Foto: Freepik

Kepedihan dan Kesengsaraan Kaum Muslim

Orang Quaisy merasa sudah kehabisan cara untuk menghentikan dakwah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam di Mekkah. Berbagai cara mereka lakukan untuk menghentikan dakwah Nabi, mulai dengan melakukan penyiksaan kepada beberapa sahabat yang telah masuk Islam ataupun menawarkan tahta dan harta kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. Sesudah orang Quraisy melihat, bahwa segala jalan yang mereka tempuh untuk memadamkan Dakwah Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam tidak memberi hasil, karena Bani Hasyim dan Bani Muthalib, dua keluarga besar Nabi Muhammad shallahu ‘alaihi wa sallam , baik yang sudah beragama Islam ataupun yang belum tetap melindungi beliau, maka mereka mencari taktik baru untuk melumpuhkan kekuatan Islam itu.

kaum Quaraisy mengadakan pertemuan dan mengambil keputusan untuk melakukan pemboikotan terhadap Bani Hasyim dan Bani Muthalib ialah dengan jalan memutuskan segala perhubungan yaitu hubungan perkawinan, jual beli, ziarah dan lain-lain, keputusan mereka itu ditulis di atas kertas dan di gantungkan di dinding Ka’bah.

Dengan adanya pemboikotan ini, maka Nabi Muhammad shallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang Islam serta keluarga Bani Hasyim dan bani Muthalib terpaksa menyingkir dan menyelamatkan diri keluar kota Mekkah. Selama tiga tahun lamanya menderita kemiskinan dan kesengsaraan bahkan hingga kelaparan. Karena ketiadaan makanan ketika peristiwa pemboikotan, kaum muslim terpaksa harus makan daun-daunan. Namun dengan peristiwa ini banyak juga diantara kaum Quraisy yang merasa sedih akan nasib yang dialami keluarga Nabi itu.

Dengan sembunyi – sembunyi pada waktu malam hari, mereka mengirim makanan dan keperluan lainnya kepada kaum kerabat mereka yang terasing di luar kota Mekkah. Seperti yang dilakukan oleh Hidyam bin Amiin. Akhirnya bangkitlah beberapa pemuka – pemuka kaum Quraisy menghentikan pemboikotan itu dan merobek-robek kertas pengumuman di dinding Ka’bah itu, dengan itu pulihlah hubungan Bani Hasyim dan Bani Muthalib dengan orang Quraisy. Akan tetapi nasib pengikut-pengikut Nabi Muhammad saw, bukanlah menjadi baik bahkan orang-orang kaum Quraisy meningkatkan sikap permusuhan mereka. []

Sumber: Kisah 25 Nabi dan Rasul dilengkapi Kisah Sahabat, Tabiin, Hikmah Islam, Rasulullah, wanita shalihah/ kajian Islam 2

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Saya Saudara Jauh Muawiyyah

Ada seorang lelaki tak dikenal ingin datang menjumpai Muawiyyah. Di depan rumah, ia berjumpa pertama kali dengan penjaga gerbang.

you're currently offline