Foto: kabarmakkah

Kenapa Allah Tak Bisa Dilihat?

Salah satu tanda keagungan Allah dan kebesaran-Nya adalah kita tak mampu melihat-Nya.

Sebab, kalau Allah bisa kita lihat, tentu Dia bukanlah Tuhan.

BACA JUGA: Semoga Allah “Tertawa” kepada Ibnu Al-Barra

Sesuatu dapat dilihat dengan mata dan terjangkau oleh akal manusia berarti dapat dikuasai. Itu sama artinya bukan Allah yang menguasai manusia, tapi manusia yang menguasai Allah.

Firman-Nya,

Allah memberi cahaya kepada langit dan bumi.”  (QS. An-Nur: 35)

Dari cahaya timbullah sinar. Sinat tak dapat kita lihat, tapi karena adanya sinar, manusia dapat melihat sesuatu yang ada di sekelilingnya dengan terang. Jadi, “tidak dapat dilihat” (gaib) adalah bukti kebenaran ketuhanan Allah.

BACA JUGA: Shalat Adalah Kekuatan untuk Hamba Allah

Berikut ini kisah Nabi Musa a.s yang ketika ia ingin melihat Allah. Firman-Nya,

Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu ynag telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa, ‘Ya Tuhanku, tampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat menlihat-Mu.’ Tuhan berfirman, ‘Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, jika ia tetap di tempatnya (seperti sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku.’ Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada bukit itu, kejadian itu menjadikan gunung itu hancur luluh dan Musa  pun jatuh pingsan. Setelah Musa sadar kembali dia berkata, ‘Mahasucu Engkau, aku bertobat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman.” (Al-A’raaf: 143) []

Sumber: Anta Tas’al Wal Islaamu Yujiibu / Syeikh Mutawalli asy-Sya’rawi

About عبد الله

Check Also

Nabi Ibrahim Hanya Meninggikan Bangunan Kabah, Bukan Membuat Pondasi

Sebenarnya, yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah meninggikan Ka'bah, karena fondasi Ka'bah telah ada sebelumnya.

you're currently offline