Foto: Designbeep

Kematian Abdullah bin Bushr, Anak Satu Abad

Abu Nu’aim mengisahkan bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam pernah meletakkan tangannya di atas kepala Abdullah bin Bushr, sesaat setelah beliau memohon keberkahan dan mendoakannya. Abdullah bin Bushr termasuk sahabat yang menyemir kuning jenggot dan rambut Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, dan tergolong sahabat yang kaya raya.

BACA JUGA: Aku Lebih Suka Tinggal Jauh dari Rumah Rasulullah

Dia pernah shalat bersama Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam dengan dua kiblat—Masjid Aqsa dan Masjid Haram. Di antara riwayat dari Abdullah bin Bushr adalah, “Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pernah makan hais (bubur berbahan keju, kurma, dan lemak) di sisi kami. Ketika itu, beliau pun memanggil kami (untuk makan bersama). Lalu, Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam menoleh kepadaku yang saat itu masih kanak-kanak.

Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam mengusap kepalaku dan bersabda, ‘Anak ini akan hidup satu kurun (abad).'”

Ketika itu, Abdullah bin Bushr berkata, “Wahai Rasulullah, berapa satu kurun itu?”

Beliau menjawab, “Seratus tahun.”

Harits bin Utsman pernah bertanya pada Abdullah bin Bushr, “Apakah Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam saat itu sudah tua?”

Abdullah bin Bushr menjawab, “Ketika itu, ada beberapa helai bulu kumisnya yang berwarna putih.”

Abdullah bin Bushr wafat pada 96 Hijriah (714 M). Dia hidup di zaman kekhalifahan Sulaiman. Jasadnya dimakamkan di Desa Tanubih. Ibn Hibban menyatakan bahwa Abdullah bin Bushr bin Abi Bushr Al-Mazini adalah keturunan Bani Mazin bin An-Najjar dari Bani Auf bin Mabdzul bin `Amr bin Ghanam.

Dia memiliki bekas sujud yang sangat jelas di dahinya. Jenggotnya diwarnai dengan semir kuning. Semasa hidupnya, dia bertempat tinggal di Desa Qinayah, Kota Himsha. Tepatnya di komplek Masjid Abdullah yang berdekatan dengan Masjid Al-Kifliyin.

Abu Ali bin As-Sakan menulis bahwa Jarir pernah berkata, “Aku pernah melihatnya. Dia berpakaian rangkap dengan gamis lalu baju kurung. Rambutnya terbelah dan kepalanya bersurban, sedangkan kumisnya dicukur rapi.”

BACA JUGA: Rasulullah: Bantulah Saya dengan Banyak Bersujud

Menurut Al-Waqidi, Abdullah bin Bushr termasuk sahabat terakhir yang wafat di Syria. Ummu Hasyim Ath-Thaiyyah memberikan kesaksian, “Ketika itu, aku melihat Abdullah bin Bushr sedang wudhu, lalu tiba-tiba dia meninggal dunia.” []

Sumber: Wafat Saat Shalat/Karya: Mahmud bin Abul Malik Al-Zugbi/Penerbit: Noura Books/2014

About Dini Koswarini

Check Also

Kemudian Celakalah Dia! Bagaimanakah Dia Menetapkan?

Maka celakalah dia! bagaimana dia menetapkan? Kemudian celakalah dia! bagaimanakah dia menetapkan?

you're currently offline