Foto: Pinterest

Kedudukannya di Sisi Allah, Rasul, dan Para Sahabat

Hafshah binti Umar, Ummul Mukminin yang dikenal dengan ilmu, pemahaman, dan ketakwaannya. Ia seorang ahli ibadah dan wara’ yang ibadahnya memancarkan gerakan, kecerdasan, tindakan yang nyata dan membangun. Ia adalah putri dari Al-Faruq umat ini, Umar bin Khattab.

Hafshah sering kali menjadi rujukan sebagian besar sahabat di bidang hadits nabawi dan ibadah. Saudaranya, Abdullah bin Umar yang dikenal gigih meneladani Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, mempelajari apa saja yang dilihat Hafshah di rumah Rasulullah.

Pada masa kekhalifahan Abu Bakar, Hafshah dipilih di antara istri-istri Rasulullah yang ditugaskan menjaga Al-Qur’an yang sudah dikumpulkan. Abu Bakar memilihnya karena melihat sifat-sifat yang dimiliki Hafshah, apalagi ia ahli baca tulis pada masanya.

Pada masa kekhalifahan ayahnya, Umar bin Khattab, seringkali pandangan-pandangan Hafshah menjadi bahan rujukan akan keilmuannya di bidang hukum fikih.

Hafshah pernah dijatuhi talak oleh Rasulullah, namun setelah itu rujuk kembali atas izin Allah melalui malaikat Jibril. Jibril datang dan mengabarkan pada Rasulullah, “Dia itu ahli puasa, shalat malam, dan dia adalah istrimu di surga.”

Sungguh keutamaan yang membuat seluruh keutamaan merasa malu di hadapannya. Inilah kedudukan Hafshah di sisi Allah Azza wa Jalla.

Bersama istri-istri Rasulullah yang lainnya, ia berlomba menggapai ridha beliau. Ia tak pernah lelah untuk membahagiakan dan menyenangkan hati beliau. Melalui beliau, Hafshah mempelajari segala amal ketaatan yang mendekatkan diri kepada Allah. []

 

Sumber: Ummul Qura, Shahabiyat Haula Ar-rasul, Biografi 35 Shahabiyah Nabi. Syaikh Mahmud Al-Mishri., hal 207, 214, 215.

About Dika Nugraha

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

Nabi Ibrahim Hanya Meninggikan Bangunan Kabah, Bukan Membuat Pondasi

Sebenarnya, yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah meninggikan Ka'bah, karena fondasi Ka'bah telah ada sebelumnya.

you're currently offline