Foto: pixers.us

Kebohongan tentang Bangsa Barbar, Mengapa Bisa Terjadi?

Salah satu bentuk kisah palsu adalah apa yang dinukil oleh mayoritas sejarahwan tentang At-Tababi’ah (raja-raja Yaman) dan jazirah Arab bahwa kawasan Maghrib (Afrika Barat). Mereka menyebutkan bahwa Afriqisy bin Qais bin Shaifi adalah raja besar, yang di masa Musa atau masa sebelumnya melancarkan agresi terhadap Afrika dan melumpukan bangsa barbar.

BACA JUGA:Hubungan Mimpi Rasulullah dengan Nabi Palsu

Hal ini terjadi ketika ia mendengar mereka tanpa dapat ia pahami, sehingga ia berkata, “Apakah itu barbar?”

Maka, dari sinilah nama “Barbar” diambil, hingga menjadi sebutan baku bagi mereka.

Ketika Afriqisy bin Qais hengkang dari Maghrib, ia meninggalkan beberapa kabilah Himyar di sana sehingga kabilah-kabilah tersebut bermukim dan berasimilasi (berbaur) dengan penduduk setempat. Di antara mereka terdapat kabilah Shanhajah dan Kitamah.

Dari sini, para sejarawan seperti At-Thabari, Al-Jurjani, Al-Mas’udi, Al-Kalbiy, dan Al-Biliy berpendapat bahwa Shanhajah dan Kitamah berasal dari Himyar. Namun pendapat ini dibantah oleh para pakar bangsa Barbar. Sehingga bantahan inilah yang benar.

BACA JUGA: Tanda Cinta: Dari Luar Tampak Biasa, di Dalam Mereka Bercahaya

Karena jiwa yang menyukai hal-hal aneh, lisan mudah berucap, dan para kritikus yang lalai sehingga ia tidak mengintropeksi diri sendiri secara sadar atau tidak. Tidak bersikap moderat dan adil, serta tidak melakukan analisa dan penelitian terhadapnya.

Akibatnya, ia lepas kontrol sehingga lidahnya pun tersesat dalam taman kedustaan. ia menjadikan ayat-ayat Allah SWT sebagai hinaan, dan menukar pembicaraan yang tak berharga untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah SWT. []

Sumber: Mukadimah Ibnu Khaldun: Sebuah karya Mega Fenomenal dari Cendikiawan Muslim Abad Pertengahan/Karya: Al-Allamah Abdurrahman bin Muhammad bin Khaldun/Penerbit:Dar Al-Kitab Al’Arabi/2001

About Dini Koswarini

Check Also

Nabi Ibrahim Hanya Meninggikan Bangunan Kabah, Bukan Membuat Pondasi

Sebenarnya, yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah meninggikan Ka'bah, karena fondasi Ka'bah telah ada sebelumnya.

you're currently offline