Picture: Freepik

Islam Itu Tak Perlu Melihat Kisah Cinta Romeo dan Juliet

Romantis itu tidak melulu dengan bunga dan kata-kata manis, juga tidak melulu dengan kisah seperti drama. Karena kehidupan yang paling romantis itu adalah membuat pasangan bahagia, tanpa banyak meminta namun semuanya dijalankan diatas dasar iman dan taqwa.

Islam itu tak perlu melihat kisah cinta Romeo dan Juliet atau kisah cinta Laila Majnun. Karena, dalam Islam sudah ada teladan terbaik sekali pun perihal romantisme.

Rasulullah pernah menelusuri posisi mulut istrinya di gelas sewaktu minum untuk meletakkan mulutnya di tempat istrinya minum demi menambah kasih sayang hati dan demi menunjukkan cinta beliau kepada istrinya.

Diriwayatkan dari Aisyah, “Pernah ketika sedang haidh, aku minum, kemudian aku serahkan minuman itu kepada Nabi, lalu beliau meletakkan mulutnya di tempat aku meletakkan mulutku saat minum, kemudian beliau minum…”

Mungkin bagi sebagian suami ini menjadi sesuatu yang menjijikkan tapi bagi Rasulullah ini adalah sisi romantis dalam bentuk menunjukkan cinta untuk istrinya.

Menunjukkan cinta kepada istri tak perlu bunga atau cincin berlian, namun yang diperlukan oleh para istri adalah waktu luang suami. Serta mengajak para istri bercanda dan berdialog.

Rasulullah merupakan orang yang sangat sibuk. Tetapi kesibukannya tak menyurutkannya untuk berlaku romantis terhadap para istri-istrinya. Beliau senantiasa menyempatkan waktu luang untuk para istri-istrinya. Rasulullah tak mengajarkan istri-istrinya untuk hidup mewah, karena sejatinya kemewahan bukan bentuk kebahagiaan. Semua itu hanya kesenangan dunia semata. Namun Rasulullah mendidik semua istri-istrinya agar bersabar. Karena surga merupakan tempat berkumpul kembali selepas kehidupan di dunia. []

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Beginilah Akhirnya Bila Hanya Mencintai Rupa

Menyikapi teguran saudarinya, Abdurrahman berkata, “Tidakkah engkau saksikan betapa indah giginya, yang bagaikan biji delima?”

you're currently offline