Foto: Pinterest

Inilah Perbuatan yang Paling Disukai Allah

Suatu ketika, Abdullah bin Mas’ud hadir di Masjid Nabawi, Madinah, menemui Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Biasanya selepas shalat, Rasulullah selalu berupaya meluangkan waktu berbincang-bincang dengan para sahabat Beliau memberikan pengarahan dan menjawab setiap pertanyaan yang diajukan kepada beliau.

BACA JUGA: Aku Menginginkan Hujjah tentang Agama Allah?

Abdullah bin Mas’ud tercatat sebagai seorang sahabat Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam yang pertama-tama membaca Al-Quran secara keras—setelah Nabi Saw.—di hadapan khalayak kaum musyrik Makkah. Bernama lengkap Abu Abdurrahman Abdullah ibn Mas’ud ibn Ghafil ibn Habib ibn Syamkh ibn Fa’r ibn Makhzum ibn Sahilah ibn Kahil ibn Al-Harits ibn Tamim ibn Sa’d ibn Hudzail ibn Mas’ud, pemeluk keenam Islam ini telah ditinggalkan ayahnya yang miskin ketika masih kecil dan lahir dalam lingkungan Bani Zuhrah.

Karena itu, dia lantas pergi ke Makkah untuk menyambung hidup sebagai penggembala domba milik ‘Uqbah ibn Abu Mu’aith. Lantas, ketika mendengar seruan yang disampaikan Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam, dia segera mengikuti jejak langkah beliau.

Ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam usai melaksanakan shalat dan berkumpul dengan sejumlah sahabat, Abdullah ibn Mas’ud pun bertanya kepada beliau, “Wahai Rasul, perbuatan apa yang paling disukai Allah?”

Sejenak Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menatap wajah sahabat yang bertubuh pendek dan berbetis kecil itu.

Kemudian, beliau menjawab, “Shalat tepat pada waktunya.”

“Berikutnya apa, wahai Rasul?”

“Berbakti kepada kedua orangtua.”

“Selanjutnya apa, wahai Rasul?” tanya sahabat yang pernah berhijrah ke Elabasyah bersama angkatan pertama kaum Muslim yang berhijrah ke negeri itu.

“Berjuang dijalan Allah,” jawab beliau.

BACA JUGA: Kematian Sa’ad Telah Mengguncang Arys Allah (Bagian 1)

Selepas menerima jawaban terakhir tersebut, Abdullah ibn Massud berhenti bertanya meskipun dia tahu, seandainya terus bertanya, tentu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam juga akan terus menjawab. []

Sumber: Pesona Ibadah Nabi: Shalat Zakat Puasa Haji/Karya: Ahmad Rofi` Usmani/Penerbit: Mizania/2015

About Dini Koswarini

Check Also

Nabi Ibrahim Hanya Meninggikan Bangunan Kabah, Bukan Membuat Pondasi

Sebenarnya, yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah meninggikan Ka'bah, karena fondasi Ka'bah telah ada sebelumnya.

you're currently offline