Foto: pro.expertit.biz

Ini yang Menyebabkan Tangisan Rasulullah Terdengar Lagi

Suatu hari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan beberapa sahabat berjalan untuk melihat putra beliau, Ibrahim, yang sedang sakit bersama ibu susuannya. Saat melihat putranya, beliau langsung memeluk dan menciuminya. Beberapa saat kemudian para sahabat memasuki kamar Ibrahim.

Namun, mereka tak sempat bertemu dengannya karena Ibrahim yang mulia telah meninggal dunia. Kejadian ini meninggalkan duka kepedihan yang sangat dalam di hati Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Kedua mata beliau terus meneteskan air mata.

BACA JUGA: Mengapa Kamu Menangisi Suamimu Sedangkan kepada yang Lainnya Tidak?

Abdurrahman ibn Auf bertanya, “Wahai Rasulullah, engkau menangis?”

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Sesungguhnya tangisan adalah rahmah, kedua mata ini menangis ketika hati berduka. Dan tidaklah kami mengatakan apa-apa kecuali apa-apa yang diridhai Tuhan kami. Wahai Ibrahim, kami sungguh berduka dengan kepergianmu.”

Tangisan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pun kembali terlihat oleh para sahabat usai Perang Uhud. Setelah peperangan berakhir, dan pasukan Quraisy pulang ke Makkah, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menyuruh para sahabat mengumpulkan syuhada yang gugur di medan perang.

Ada banyak kaum Muslim yang gugur dalam peperangan hebat itu, salah seorang di antara mereka adalah Hamzah, paman Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam. Mereka kumpulkan jasad kaum Muslim untuk dikuburkan.

Setelah beberapa saat, mereka menemukan jasad Hamzah di dasar lembah dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Mereka bergegas memberi tahu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Beliau menangis sedih ketika melihat kondisi jasad pamannya yang sangat mengenaskan—perutnya berlubang ditembus lembing milik Wahsyi dan dadanya terkoyak lebar disobek pisau milik Hindun yang kemudian merenggut jantungnya, mengunyahnya, dan memuntahkannya lagi.

lbn Mas’ud menuturkan suasana saat itu. “Kami belum pernah melihat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menangis sesedih itu. Beliau meletakkan jasad Hamzah ke arah kiblat. Lalu, beliau berdiri di sampingnya dan menangis tersedu-sedu.”

BACA JUGA: Tangisan Rembulan dan Ibnu Amru

“Seandainya Shafiyyah, saudari Hamzah, tidak akan bersedih atau kalau saja aku tidak khawatir tindakanku akan menjadi Sunnah, pasti sudah kutinggalkan jenazahnya hingga dimakan binatang buas atau dimakan burung,” ujar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata seperti itu karena tidak tahan melihat kondisi jenazah pamannya. []

Sumber: 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah Saw./Karya: Fuad Abdurahman/Penerbit: Noura Books/2015

About Dini Koswarini

Check Also

Karena ini Rasulullah Menangis

Akhirnya mereka menunjuk Khalid bin Al-Walid. Yang mana setelah mengambil bendera, dia bertempur dengan hebat dan gagah berani.

you're currently offline