Foto: vladtime

Ini Pendapat Rasulullah tentang Gerhana

”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat gerhana tersebut, maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari no. 1044)

Gerhana matahari total adalah peristiwa yang luar biasa bagi masyarakat Arab. Cahaya matahari lama-kelamaan menghilang, suasana pun menjadi gelap. Meskipun terjadi pada siang hari, bintang-bintang bisa terlihat dilangit. Kegemparan terjadi kalangan masyarakat Madinah, belum ada seorang pun yang pernah melihat fenomena alam ini, ataupun pernah mendengar tentang hal itu dari nenek moyang mereka.

BACA JUGA: Shalat Malam dengan Bersimbah Darah

Baik kaum muslimin maupun non-muslim saling berbisik satu sama lain, “Malapetaka benar pasti sedang menimpa dunia hari ini, manusia yang paling dicintai Tuhan harus mendatangkan peristiwa luar biasa ini hari ini?”

Seorang lelaki bergabung ke tengah kerumunan dan berkata, “Tidak tahukah kalian bahwa putra Muhammad yang bernama Ibrahim meninggal dunia hari ini?”

Kerumuman orang-orang itu hampir sepakat berseru, “Itu dia sebabnya!’

Akhirnya mereka sampai pada kesimpulan bahwa gerhana luar biasa itu terjadi karena meninggalnya Ibrahim putra Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Bahkan salah seorang dari mereka menyatakan, “Aku tahu sejak awal bahwa Muhammad bukan orang biasa. Seandainya beliau bukan Nabi, niscaya Allah tidak akan menyebabkan peristiwa aneh ini saat ia kehilangan putra kesayangannya.”

Sahabat-sahabatnya menyatalan bahwa mereka juga menyadari akan hal itu. Tak berselang lama desas-desus itu sampai ke Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

Bangsa Arab saat itu masih memilili banyak musuh. Di antara musuh-musuh yang masih kafir itu merasakan kegelisahaan yang mendalam dengan adanya gerhana yang mengancam dan mereka cenderung untuk mencari perlindungan kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

Seandainya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mau memanfaatkan ketakutan mereka, niscaya beliau akan meraih kemenangan dan kekuasaan. Namun Nabi tidak pernah berfikir untuk memanfaatkannya, Sebaliknya beliau sangat prihatin melihat khurafat dan tahayul yang diyakini oleh umatnya.

BACA JUGA: Rasulullah: Enyahlah, Engkau Tidak akan Melebihi Kadar Dirimu

Beliau pun menghampiri kerumuman orang di jalan maupun dipasar. Mereka segera memenuhi panggilan beliau dan berkata, “Matahari dan bulan adalah tanda-tanda kebesaran Allah, dengan perintah-Nya keduanya terbit dan terbenam. Gerhana tidak terjadi untuk menandakan kelahiran dan kematian seseorang. Bila kalian melihat peristiwa seperti ini, ingatlah Allah dan berdoalah kepada-Nya.”(Dari: Hirak Har, Al-Buhari) []

Sumber: Kisah-Kisah Teladan Rasulullah, Para Sahabat dan Orang Shaleh/  Penulis: M. Ebrahim Khan

About Dini Koswarini

Check Also

Nabi Ibrahim Hanya Meninggikan Bangunan Kabah, Bukan Membuat Pondasi

Sebenarnya, yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah meninggikan Ka'bah, karena fondasi Ka'bah telah ada sebelumnya.

you're currently offline