Foto: etsy

Hamnah binti Jahsyin: Putrinya Kini Telah Menjadi Yatim

Hamnah binti Jahsyin termasuk bagian dari kaum muslimah generasi awal. Ia masuk Islam ketika di Makkah dan ikut hijrah ke Madinah. Dia ikut bertempur di medan peperangan bersama kaum perempuan yang lain pada perang Uhud, untuk mengobati orang-orang yang cedera dan menyediakan konsumsi.

Peperangan berlangsung dahsyat. Dengan hikmah dari sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, pasukan muslimin saat itu mengalami kekalahan. Banyak shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang gugur dalam pertempuran itu.

BACA JUGA: Tsabit di Perang Uhud: Sekiranya Muhammad Tewas, Sesungguhnya Allah Maha Hidup

Usai peperangan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama pasukan kembali ke Madinah. Para wanita menanti-nanti dengan penuh harap dan tanya, bagaimana keadaan ayah, suami, anak atau kerabat mereka yang turut berperang.

Tak ada yang mendapatkan berita hingga mereka datang di hadapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kepada beliau setiap wanita itu bertanya dan beliau mengabarkan keadaannya.

Begitu pula Hamnah, dia pun menghadap kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Wahai Hamnah, harapkanlah pahala bagi saudaramu, ‘Abdullah bin Jahsy,” kata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Hamnah beristirja’ dengan tabah. “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’un. Kita ini milik Allah dan kepada-Nya kita akan kembali. Semoga Allah merahmatinya dan mengampuni dosanya,” ujarnya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata lagi padanya, “Wahai Hamnah, harapkanlah pahala bagi pamanmu, Hamzah bin ‘Abdil Muththalib.”

Hamnah kembali beristirja’, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’un. Semoga Allah merahmatinya dan mengampuni dosanya.”

Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai Hamnah, harapkanlah pahala bagi suamimu, Mush’ab bin ‘Umair.”

Hamnah pun memekik, “Aduhai, peperangan!”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bertanya padanya, “Mengapa engkau mengatakan seperti itu saat mendengar kabar Mush’ab, sementara engkau tidak mengatakannya untuk yang lain?”

BACA JUGA: Ayah Nabi yang Hendak Diqurbankan oleh Kakeknya (Bagian 1)

“Wahai Rasulullah,” jawab Hamnah, “Aku mengingat putrinya yang kini telah menjadi yatim.”

Hamnah menjalani kehidupannya bersama putrinya hingga datang seorang mulia yang mendapat kabar gembira dengan surga, Thalhah bin ‘Ubaidillah radhiyallahu ‘anhu, mengajaknya untuk bersanding dalam sebuah kehidupan rumah tangga. Dari pernikahan itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengaruniai mereka dua orang anak, Muhammad dan ‘Imran. []

Sumber: 99 KisahTeladanSahabatPerempuanRasulullah/Penulis: Manshur Abdul Hakim,2006

About Dini Koswarini

Check Also

Siapakah Pebisnis yang Beriman Itu?

Dan bagi Rasulullah, Khadijah lebih dari sekedar istri. Ia adalah teman sekaligus pembela.

you're currently offline