Foto:All-free-download.com

Hak Ayah atas Harta Anaknya

Seorang lelaki datang kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Ia mengadukan ayahnya yang menghabiskan uang milik lelaki tersebut tanpa meminta izin. Hal itu membuatnya berang. Rasulullah lalu memanggil ayah orang itu untuk menghadap. Tak lama kemudian, datanglah seorang tua. Ia berjalan dengan tertatih-tatih dan bersandar pada tongkat.

“Betulkah kamu telah mengambil uang anakmu tanpa seizinnya?”

BACA JUGA: Benarkah Anak yang Meninggal Sebelum Balig Masuk Surga di Bawah Penjagaan Nabi Ibrahim?

Lelaki itu menangis. “Ya Rasulullah,” ujarnya sambil terisak, “ketika aku kuat dan anakku lemah. Tatkala aku kaya kaya dan anakku miskin, aku tidak membelanjakan uangku kecuali untuk memberi makan dia. Bahkan terkadang aku membiarkan diriku kelaparan asalkan dia bisa makan.”

Rasululah terdiam, begitu anak yang tadi melaporkan polah ayahnya ini.

“Sekarang aku telah tua dan lemah, sementara anakku tumbuh kuat. Aku telah jatuh miskin sementara anakku menjadi kaya.”

Lelaki itu berhenti sejenak, menundukkan kepala dan terisak. Lalu, Rasulullah memegang tangan lelaki itu dan meminta kembali menyelesaikan apa yang hendak ia bicarakan.

“Dahulu aku menyediakan makan utknya tp sekarang dia hanya menyiapkan makan untuk anakku. Aku begitu menyayanginya. Aku tak pernah seperti dia memperlakukan aku. Jika saja aku masih sekuat dulu, aku masih akan merelakan uangku untuk dia.”

Ketika mendengar hal ini, air mata Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam jatuh berlinang seperti untaian mutiara yang turun melalui janggutnya.

“Baiklah,” kata Rasulullah bersabda, “Habiskan seluruh uang anakmu sekehendak hatimu. Uang itu milikmu.”

BACA JUGA: Perintah Rasulullah untuk Selalu Berbuat Adil pada Anak

Sontak, hal ini membuat Ayah dan anak itu menangis, mereka berpelukan dan saling meminta maaf. Sang anak merasa selama ini ia keliru telah berbuat tidak adil kepada ayah. Mereka berdua bersedih, apalagi membuat Rasulullah sampai menitikkan air mata. []

Wallahu a’lam

About Dini Koswarini

Check Also

Kemudian Celakalah Dia! Bagaimanakah Dia Menetapkan?

Maka celakalah dia! bagaimana dia menetapkan? Kemudian celakalah dia! bagaimanakah dia menetapkan?

you're currently offline