Foto: dreamstime.com

Dua Pertemuan Nabi Adam dengan Malaikat Maut

Pertemuan pertama, setelah Adam menginjak usia 960 tahun dan pertemuan kedua, setelah Adam menginjak usia 1000 tahun. Pertemuan kedua ini adalah pertemuan terakhir antara mereka berdua. Di saat itulah, nyawa Adam dicabut. Adam a.s. telah diberi tahu bahwa umurnya 1000 tahun.

Dia adalah makhluk pertama yang mengetahui batas umurnya di saat masih hidup. Namun, tatkala Adam melihat keturunannya, dia melihat seorang laki-laki yang paling banyak sinar dan cahayanya di antara semua keturunannya. Dia pun bertanya tentangnya. Dijawab bahwa itu adalah Daud a.s. Adam lantas bertanya tentang umurnya.

BACA JUGA: Tatkala Malaikat Maut Terkejut

Dijawab pula, enam puluh tahun. Apa kiranya permintaan Adam kepada Malaikat Maut?

Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab pertanyaan ini bagi kita. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tatkala Allah menciptakan Adam dan meniupkan ruh-Nya kepadanya, Adam bersin dan berucap, ‘Alhamdulillah’.

Dia memuji Allah atas seizin-Nya. Maka, Allah berfirman kepadanya, ‘Allah merahmatimu, wahai Adam! Temuilah para malaikat yang sedang duduk-duduk itu, lalu ucapkanlah, Assalamu alaikum (Semoga keselamatan untuk kalian).’

Para malaikat itu pun menjawab, ‘Wa alaikas-salam wa rahmatullah (Semoga pula keselamatan dan rahmat Allah untukmu).’

Kemudian, Adam kembali kepada Tuhannya. Allah ber-firman, `Itu adalah penghormatan untukmu dan penghormatan untuk anak cucumu.’

Selanjutnya, seraya kedua tangan-Nya menggenggam, Allah berfirman kepadanya, `Pilihlah mana yang kaukehendaki.’

Adam a.s. menjawab, `Aku memilih ‘tangan kanan’ Tuhanku, tangan kanan yang penuh berkah.’

Kemudian, Allah membuka `tangan kanan-Nya’, ternyata di dalamnya ada Adam beserta keturunannya.

Adam bertanya, `Wahai Tuhanku, siapa mereka itu?’

Allah menjawab, ‘Mereka adalah keturunanmu.’

Ternyata, usia setiap manusia tertulis di antara kedua matanya. Di antara mereka ada seorang lelaki yang paling bersinar, atau termasuk yang paling bersinar.

Adam bertanya, ‘Wahai Tuhanku, siapakah itu?’

Allah menjawab, ‘Itu adalah Daud anakmu.’

Ternyata, tertulis usianya 40 tahun.2 Adam berkata, ‘Wahai Tuhanku, tambahkanlah usianya.’

Allah menukas, ‘Itulah yang Kutulis baginya.’

Adam berkata, ‘Wahai Tuhanku, kalau begitu aku menyisihkan baginya 60 tahun dari usiaku.’

Allah berfirman, ‘Demikianlah janjimu.’

Selanjutnya, Adam ditempatkan di surga lama sekali, lalu dia diturunkan dari surga. Adam pun selalu menghitung-hitung usianya. Lantas, Malaikat Maut datang menemuinya.

Adam berkata kepadanya, ‘Engkau terburu-buru. Sudah dituliskan 1000 tahun bagiku.’

BACA JUGA: Dari Mana Adam Mengenal Nabi Muhammad, Padahal Beliau Belum Diciptakan?

Malaikat Maut menukas, ‘Memang. Namun, engkau telah menyisihkan 60 tahun bagi anakmu, Daud.’

Lantas, Adam mengingkari sehingga ingkar pula keturunannya; Adam lupa sehingga lupa pula keturunannya. Sejak saat itu, diperintahkanlah pencatatan dan persaksian dalam muamalat ” []

Sumber: Dialog Malaikat Maut dengan Para Nabi a.s./Karya: Dr. Mustofa Murod/Penerbit: Noura books/2014

About Dini Koswarini

Check Also

Anak yang Hendak Disembelih

Namun, godaan iblis tak mampu meruntuhkan keimanannya.

you're currently offline