Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Dua Macam Taubat

348

Taubat, dapat diartikan sebagai kembalinya seorang hamba kepada jalan lurus yang telah Allah tentukan. Ibnu Taimiyah membagi Taubat menjadi dua macam: Wajib dan Sunnah.

BACA JUGA: Al-Hadid, Membuat Fudhail Bertaubat

Taubat yang wajib adalah taubat karena meninggalkan perintah atau larangan. Taubat semacam ini hukumnya adalah wajib bagi semua mukallaf, sebagaimana diperintahkan Allah melalui kitab dan para utusan-Nya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat semurni-murninya…” (QS. At-Tahrim [66]: 8)

Taubat sunnah adalah taubat karena meninggalkan perbuatan-perbuatan sunnah atau melakukan perbuatan-perbuatan makruh. Barangsiapa hanya melakukan taubat yang pertama, maka ia termasuk kelompok abrar (orang-orang baik) lagi lurus.

BACA JUGA: Perampok yang Bertaubat

Dan barangsiapa melakukan keduanya, maka ia tergolong kelompok orang-orang yang sampai (pada Tuhan) dab muqarrabin (orang-orang yang mendekatkan diri). []

Sumber: Jami’ ar-Rasail, Ibnu Taimiyah, tahqiq: Dr. Muhammad Rasyad Salim, Kairo: Mathba’ah al-Madani, hlm. 277.

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More