Picture: Freepik

Dibalik Pemecatan Khalid Bin Walid (Bagian 2 Habis)

Hukum tetaplah hukum yang harus ditegakkan tak peduli siapa yang melanggarnya. Penegakan hukum dalam kondisi berbahaya jika mulai ada perbedaan dalam memperlakukan manusia. Ada yang dibiarkan melakukan pelanggaran hukum, sementara yang lain dijatuhi hukuman.

`Umar berpendapat bahwa seseorang tidak lepas dari dosanya sebelum ia menebusnya. Bagi `Umar, memaafkan orang-orang penting yang melakukan pelanggaran besar sangat berbahaya bagi ketertiban masyarakat. Keadaan menjadi tidak stabil dan tertib hukum tidak dapat dilaksanakan atas dasar persamaan dalam hukum.

`Umar tetap berharap agar Khalifah Abu Bakar memanggil Khalid ke Madinah kemudian memecatnya. Namun, Abu Bakar tidak melakukannya selain hanya memarahi Khalid karena pernikahannya dan tindakannya yang melampaui Batas membunuh Malik dan kelompoknya dari Bani Tamim.

Saat itu, kaum Muslim sangat membutuh Khalid bin Walid dalam kepemimpinan militernya yang jenius. itu sebabnya, Abu’ Bakar tidak sampai memecatnya. Abu Bakar lantas menugaskan Khalid bin Walid berangkat ke Yamamah untuk menghadapi Musailamah dan anak buahnya. Kemudian dilanjutkan ke wilayah Irak.

Khalifah Abu Bakar yakin Allah memberikan kemenangan kepada pasukan Khalid sehingga orang akan lupa pernikahan Khalid dengan Laila.

`Umar masih tetap dalam pendiriannya agar Khalid dipecat. Ketika `Umar telah menjadi khalifah, hal pertama kali yang ia lakukan adalah memecat Khalid bin Walid dari semua jabatan militer.

Saat itu Khalid tengah ditugaskan untuk memimpin pasukan menyerang Syam. ‘Umar langsung menulis surat perihal pemecatan Khalid bin Walid kepada Abu `Ubaidah. Dalam surat itu, `Umar mengangkat Abu Ubaidah sebagai pemimpin militer dan Khalid ditempatkan sebagai komandan batalion yang tadinya diduduki Abu ‘Ubaidah. []

Sumber: The Golden Story of Umar bin Khaththab/ penulis: DR. Ahmad Hatta, MA/ Penerbit: Maghfirah Pustaka/ April 2014

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Saya Saudara Jauh Muawiyyah

Ada seorang lelaki tak dikenal ingin datang menjumpai Muawiyyah. Di depan rumah, ia berjumpa pertama kali dengan penjaga gerbang.

you're currently offline