Foto: Colourbox

Dialah Seorang yang Diberkati

Abdul Muththalib, orang yang telah menggali sumur Zamzam, memiliki sepuluh anak. Abdullah, ayah Nabi Shalalalhu ‘alaihi wasallam adalah salah satunya. Abu Thalib, paman nabi, adalah juga salah satu dari mereka. Abdullah meninggal saat beliau Nabi Muhammad masih bayi. Sehingga ia menjadi anak yatim. Ketika ibunya, Aminah, meninggal, beliau masih berumur enam tahun.

BACA JUGA: Bila Aku akan Miskin, Wahai Rasulullah?

Nabi Muhammad Shalalalhu ‘alaihi wasallam berusia delapan tahun ketika kakeknya meninggal. Sehingga pamannya, Abu Thalib, yang kemudian merawat beliau. Nama Abu Thalib sebenarnya adalah Abdul Manaf. Ibunya bernama Fathimah binti Amru, dan berasal dari bani Makhzum. Abu Thalib sering dipanggil dengan Syekh al Batha. Nabi Muhammad saw. tinggal bersama paman-nya itu. Ia memperlakukan beliau  dengan baik.

Sehingga, Nabi Shalalalhu ‘alaihi wasallam tumbuh dalam lingkungan keluarga yang baik. Cinta Abu Thalib dari hari ke hari semakin bertambah terhadap keponakannya itu, karena beliau  berlaku baik dan sopan. Misalnya, pada saat makanan telah tersaji, Anak yatim itu mengambilnya dengan sopan. Lalu beliau mengucap, “Bismillaah.”

Ketika selesai, beliau mengucap, “Alhamdulillah.”

Suatu hari, Abu Thalib tidak melihat keponakannya, Muhammad Shalalalhu ‘alaihi wasallam. Sehingga ia menunda makannya dan berkata, “Tunggu sampai anakku datang!”

BACA JUGA: Nasihat Abu Thalib kepada Ali bin Abi Thalib

Ketika Nabi Muhammad Shalalalhu ‘alaihi wasallam datang, Abu Thalib memberinya secangkir susu asam. Nabi Muhammad Shalalalhu ‘alaihi wasallam meminum susu asam di cangkir itu. Baru setelah itu, anak-anak Abu Thalib minum pula satu per satu, hingga semuanya kebagian. Sang paman pun begitu mengagumi Nabi.

Sehingga ia berkata pada keponakannya itu, “Muhammad, engkau adalah seorang yang diberkati.” []

Sumber: Kisah-Kisah Ksatria Surga/Karya: Kamal as Sayyid/Penerbit: Zahra/2005

About Dini Koswarini

Check Also

Karena ini Rasulullah Menangis

Akhirnya mereka menunjuk Khalid bin Al-Walid. Yang mana setelah mengambil bendera, dia bertempur dengan hebat dan gagah berani.

you're currently offline