Foto: Mike Izbicki

Di Balik Surat Palsu atas Nama Utsman Bin Affan (Bagian 1)

Di tengah perjalanan menuju Mesir, rombongan melihat ada seorang pembawa surat yang bertingkah aneh. Sesekali ia menampakkan diri kepada rombongan, lalu pergi dan menghilang. Hal tersebut dilakukannya demi mencuri perhatian mereka, hingga rombongan Mesir pun menangkapnya.

BACA JUGA: Surat Nabi kepada Pemimpin Yamamah

Usai diinterogasi, diketahuilah bahwa orang tersebut pembawa surat khalifah Utsman bin Affan yang berstempel khalifah. Isi surat itu menyatakan seolah-olah khalifah memerintahkan gubernur Mesir agar membunuh seluruh rombongan yang kembali ke Mesir.

Mendengar hal ini, rombongan pun memilih mundur: memutuskan kembali ke Madinah. Dan anehnya, rombongan yang kembali ke Bashrah dan Kufah pun mendengar berita ini, mereka juga kembali ke Madinah.

Hingga Ali bin Abi Thalib akhirnya berkata, “Wahai penduduk Kufah dan Bashrah, bagaimana mungkin kalian mengetahui surat yang sampai pada rombongan Mesir. Kalian telah berjalan jauh, lalu kalian semua kembali pada kami. Sungguh, ini adalah perkara yang sudah kalian sepakati dari Madinah.”

Lagipula, bagaimana mungkin seorang Utsman, yang mana terkenal perangai budi baiknya nan lembut, memerintahkan hal sedemikian begitu?

BACA JUGA: Utsman Lebih Suka Buka Puasa dengan Rasulullah di Surga

Padahal sebelumnya beliau memiliki kesempatan untuk menghukumnya, tapi tak dilakukan. Adapun yang patut dicurigai pada saat itu ialah Khawarij -Hukaim bin Jabalah dan al-Asytar an-Nakha’i- tetap tinggal di Madinah setelah semua rombongan kembali ke negeri masing-masing. []

Oleh: Nida Nur Fadillah

Sumber: Utsman Bin Affan: Tragedi Kematian Sang Khalifah/Abu Jannah/Pustaka Al-Inabah: Jakarta

About Dini Koswarini

Check Also

Sekelumit Baju Besi Ali

Merekahlah senyum Ali, namun ia tak memiliki bukti atas pengakuan tergugatnya itu.

you're currently offline