Foto: pinterest

Dakwah Mush’ab bin Umair

Suatu hari, As’ad bin Zurarah dan Mush’ab bin Umair pergi ke perkampungan Kabilah Asyhal dan Kabilah Dhafar di Kota Yatsrib. Kedua orang itu masuk ke perkebunan Kabilah Dhafar dan berkumpul bersama orang yang telah memeluk Islam.

Saat itu, Sa’ad bin Mu’adz dan Usaid bin Hudhair termasuk pemimpin kabilah terpandang.

BACA JUGA: Tatkala Sekelompok Malaikat Turun ke Bumi

Begitu mendengar kabar tentang dakwah Islam, Sa’ad berkata kepada Usaid, “Usaid, temuilah kedua orang itu dan cegahlah mereka ber-buat kekacauan di tempat ini. Sebab, aku masih memiliki hubungan (keluarga) dengan As’ad bin Zurarah sehingga aku enggan bertemu dengannya.”

Dengan menggenggam tombak, Usaid berangkat menemui As’ad dan Mush’ab.

Sesampainya di sana. dia menegur dengan keras, “Apakah kedatangan kalian berdua di daerah ini akan mengacaukan ketenangan yang ada? Apakah kalian akan menghasut orang banyak untuk melawan kami? Jika masih sayang dengan jiwa kalian, kami meminta kalian segera meninggalkan tempat ini!”

Mush’ab bin Umair menjawab dengan tenang dan lembut, “Apakah engkau bisa duduk sebentar saja? Jika engkau mau menerima ajaran ini, silakan terima. Dan jika tidak suka, boleh engkau tolak.”

“Baiklah, aku akan mendengarkan dulu,” ucap Usaid bin Hudhair.

Setelah Usaid duduk, Mush’ab bin Umair menerangkan kepadanya ten-tang ajaran Islam dan membacakan kepadanya ayat-ayat Al-Quran. Hal itu didengarkan dan disimak oleh Usaid dengan penuh rasa takjub.

Kemudian, dia berkata, “Sungguh, amat bagus ajaran Al-Quran yang engkau baca itu. Bagaimana caranya aku masuk agamamu?”

“Jika engkau masuk Islam, terlebih dulu engkau harus mandi, lalu membersihkan pakaianmu. Setelah itu, engkau membaca syahadat dan menunaikan shalat,” jawab Mush’ab gembira.

Usaid mengikuti kata-kata Mush’ab. Usai menunaikan shalat, dia berkata, “Aku mempunyai seorang teman yang jika orang itu mau menerima ajaran Islam, pasti akan diikuti kaumnya.”

Kemudian, Usaid pun kembali ke tempat Sa’ad yang sedang menunggu kedatangannya.

Ketika itu, Sa’ad melihat kedatangan Usaid dan berkata kepada kaumnya, “Demi Allah, aku melihat Usaid datang dengan wajah yang tidak seperti biasanya ketika dia berada di tengah-tengah kalian.”

BACA JUGA: Ini yang Terjadi Ketika Pemakaman Saad bin Muadz

Begitulah sikap Mush’ab bin Umair, seorang sahabat yang ditugaskan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam untuk mengajarkan Islam dan mendakwahkannya di Kota Yatsrib. Dia memiliki sikap tenang, berani, dan bijaksana. Ketenangan dan kelembutan-nya mampu mengislamkan para pemimpin Yatsrib, seperti As’ad bin Zurarah, Usaid bin Hudhair, dan Sa’ad bin Mu’adz.

Sumber: 100 Kisah Islami Pilihan Untuk Anak-anak – Hc/Karya: Salman Iskandar/Penerbit: Mizan

About Dini Koswarini

Check Also

Teruslah Maju, Wahai Rasulullah

Sa'ad bin Mu'adz, tokoh suku Aus dan pemuka Anshar, berdiri dan berkata, "Demi Allah, benarkah yang engkau maksudkan adalah kami?"

you're currently offline