Foto: Pngtree

Biografi Singkat Ibnu Sina

Nama lengkapnya adalah Abu Ali Husain bin Abdillah bin Hasan bin Ali bin Sina, beliau lahir pada tahun 370 hijriyah. Sejak kecil Ibnu Sina memiliki kecerdasan yang sangat tinggi. Karena kejeniusannya itulah ia dapat dengan mudah menyerap ilmu kedokteran yang sangat terkenal.

Karena Ibnu Sina pernah mampu mengobati Raja Bukhara, Nuh bin Mansur, maka Ibnu Sina mudah keluar masuk perpustakaan istana. Sehingga ia dengan leluasa membaca buku dan mempelajari sesuatu yang baru.

Dalam kesehariaanya Ibnu Sina menulis kitab Qonun dalam hal kitab kedokteran. Serta menulis ensiklopedia filsafat, kitab karangannya diberi judul Al-Syifai. Kitab Al-Syifai terdiri dari 18 jilid. Di dalam kitab tersebut dibahas mengenai ilmu filsafat,mantiq, matematika dan lain sebagainya. Buku Ibnu Sina tentang kedokteran, yaitu Al-qonun merupakan rujukan dari semua buku kedokrteran dalam beberapa abad. Karena dianggap yang paling otentik.

BACA JUGA: Ibnu Sina: Apa Manfaat Ibadah di Masjid?

Kitab Al-Qonun berisi mengenai kaedah-kaedah umum ilmu kedokteran, obat-obatan dan berbagai macam penyakit. Kitab ini juga diterjemahkan ke dalam bahasa latin dan dipakai sebagai buku acuan di Universitas-universitas Eropa.

Selain bidang kedokteran Ibnu Sina juga pernah menerjemahkan buku karya Aqlides. Serta pernah menjalankan suatu obsevatorium dalam ilmu perbintangan. Beliau pun pernah menulis buku mengenai nama-nama gunung dalam bahasa latin yang diberi judul DE Conglutineation Lagibum. Dalam bukunya ini ibnu sina mengatakan bahwa kemungkinan gunung tercipta karena terdapat dua sebab. Sebab yang pertama adalah karena penggelembungan kulit permukaan bumi atau karena dikarenakan adanya gempa bumi yang luar biasa, yang kedua karena air yang mencari jalan keluar untuk mengalir.

BACA JUGA: Biografi Singkat Muhammad Al-Fatih Sang Penakluk Konstantinopel

Ibnu Sina meninggal pada tahun 428 hijiriyah, saat meninggal Ibnu Sina berusia 58 tahun. Namun dalam 58 tahun hidupnya Ibnu Sina telah menyumbangkan banyak ilmu untuk peradaban dunia. []

Sumber: Biografi Tokoh Ilmuwan Dunia/ Penulis: Najichah/ Penerbit: Balai Pustaka, 2012

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Nabi Ibrahim Hanya Meninggikan Bangunan Kabah, Bukan Membuat Pondasi

Sebenarnya, yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah meninggikan Ka'bah, karena fondasi Ka'bah telah ada sebelumnya.

you're currently offline