Foto: iStock

Besarnya Bahaya Riya

Di bulan Ramadhan saat waktu sahur, seorang abid membaca Surah Thaa Haa di biliknya yang berdekatan dengan jalan raya. Selesai membaca. dia merasa sangat mengantuk. Lalu. dia pun tertidur lelap.

Dalam tidurnya, dia bermimpi melihat seorang lelaki turun dari langit membawa Al-Quran. Lelaki itu datang menemuinya dan segera membuka kitab suci itu di depannya.

BACA JUGA: Bagaimana Caranya Agar Suatu Amal Terbebas dari Riya?

Dijelaskannya Surah Thaa Haa, dan diperlihatkannya halaman demi halaman agar terlihat jelas oleh si Abid. Si Abid melihat dalam setiap kalimat surah itu dicatat sepuluh amal kebajikan sebagai pahala bacaannya, kecuali satu kalimat saja yang tertinggal, maka catatannya dihapus.

Lalu, si Abid bertanya, “Demi Allah, sesungguhnya aku telah membaca seluruh surah ini tanpa meninggalkan satu kalimat pun. Tetapi, kenapa catatan pahala untuk kalimat ini dihapus?”

“Benar, seperti katamu. Engkau memang tidak meninggalkan satu kalimat pun dalam bacaanmu tadi. Malah. untuk kalimat itu telah kami catatkan pa-halanya. Tetapi, tiba-tiba kami mendengar perintah dari arah Arasy. ‘Hapuskan catatan itu dan gugurkanlah pahala untuk kalimat itu!’ Karena itulah, kami segera menghapusnya.” kata lelaki itu.

Dalam mimpinya, si Abid menangis dan berkata, “Kenapa tindakan itu dilakukan?”

“Semua ini karena engkau sendiri. Ketika membaca Surah Thaa Haa tadi, seorang hamba Allah melewati jalan di dekat rumahmu. Engkau sadar akan hal itu, lalu engkau meninggikan suara bacaanmu agar terdengar oleh hamba Allah tersebut. Kalimat yang tiada catatan pahala itulah yang telah engkau baca dengan suara tinggi.”

BACA JUGA: Inilah Surah yang Tiada Tandingannya

Si Abid terjaga dari tidurnya, “Astaghfirullaahal sazhiim! Sungguh licin virus riya’ menyusup ke dalam hatiku, dan sungguh besar bahayanya. Dalam sekejap mata saja, ibadahku dimusnahkannya.” []

Sumber: 100 KisahIslamiPilihanUntukAnak-anak – Hc/Karya: Salman Iskandar/Penerbit: Mizan

About Dini Koswarini

Check Also

Nabi Ibrahim Hanya Meninggikan Bangunan Kabah, Bukan Membuat Pondasi

Sebenarnya, yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah meninggikan Ka'bah, karena fondasi Ka'bah telah ada sebelumnya.

you're currently offline