Foto: bounce-life-coaching

Bertakwalah kepada Allah dan Berlakulah Adil terhadap Anak

Suatu ketika, Al-Nu’man bin Basyir, seorang sahabat Rasulullah Shalalalhu ‘alaihi wasallam, diberi ayahnya sebagian dari hartanya, sementara beberapa saudara kandungnya tidak menerima pemberian yang sama.

Melihat hal itu, ibunda Al-Nu’man, ‘Amrah binti Rawahah, tidak sepakat dengan tindakan suaminya tersebut. Untuk itu, ia meminta sang suami menemui Rasulullah Shalalalhu ‘alaihi wasallam dan menanyakan masalah itu kepada beliau. Untuk memenuhi permintaan sang istri, Basyir pun mengajak putranya, Al-Nusman, datang kepada Rasulullah Shalalalhu ‘alaihi wasallam.

BACA JUGA: Allah Memperlihatkan Keadilannya kepada Nabi Musa

Selepas mengucapkan salam dan berbagi sapa dengan beliau, Basyir pun mengemukakan kepada beliau masalah yang sedang dihadapinya dan kemudian berkata kepada beliau, “Wahai Rasul! Saksikanlah bahwa saya telah memberikan sebagian harta saya sekian dan sekian kepada puteraku Al-Nu’man ini!”

“Basyir! Sebelum aku memberikan persaksian, ada sebuah pertanyaan yang ingin kutanyakan kepadamu dulu. Apakah setiap anakmu diberi harta yang sama seperti yang engkau berikan kepada Al-Nu’man?” tanya Rasulullah Shalalalhu ‘alaihi wasallam.

“Tidak, wahai Rasul!” jawab Basyir.

“Jika demikian, carilah orang selain aku sebagai saksi!” kata Rasulullah Shalalalhu ‘alaihi wasallam menolak permintaan tamunya itu.

“Basyir! Apakah engkau senang bila semua anakmu berbuat kebajikan kepadamu?”

“Tentu, wahai Rasul!” jawab Basyir agak malu dan bingung.

“Kalau begitu,” ucap Rasulullah Shalalalhu ‘alaihi wasallam seraya menatap tajam wajah Basyir, “janganlah engkau memberi hanya sebagian di antara mereka saja. Bertakwalah kepada Allah dan berlakulah adil terhadap anak-anakmu!”

BACA JUGA: Hak Ayah atas Harta Anaknya

Setelah mendapat pengarahan demikian dari Rasulullah Shalalalhu ‘alaihi wasallam, Basyir pun pulang ke rumahnya dan menarik kembali pemberian harta tersebut kepada Al-Nu’man. []

Sumber: Mutiara Akhlak Rasulullah Shalalalhu ‘alaihi wasallam: 100 Kisah Teladan tentang Iman, Takwa, Sabar, Syukur, Ridha, Tawakal,Ikhlas, Jujur, Doa, dan Tobat/Karya: Ahmad Rofi Usmani/Penerbit: Mizania/2006

About Dini Koswarini

Check Also

Teruslah Maju, Wahai Rasulullah

Sa'ad bin Mu'adz, tokoh suku Aus dan pemuka Anshar, berdiri dan berkata, "Demi Allah, benarkah yang engkau maksudkan adalah kami?"

you're currently offline