Foto: WallDevil

Berbagai Perkara yang Menghalangi Amal Bajik (Bagian 1)

Islam menjelaskan tentang sejumlah perkara yang merintangi sampainya amal ibadah ke hadirat Allah Swt, selain pula sejumlah lainnya yang dapat mengangkat dan mengantarkan amal ibadah ke hadirat-Nya

Syaikh Abu Ja’far Muhammad bin Ahmad bin Ali al-Qummi dalam kitabnya al-Munbi’an Zuhdi al-Nabi saw meriwayatkan dari Abdul Wahid dari seseorang yang telah meriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal, yang berkata, “Sampaikanlah padaku sebuah hadis yang telah kamu dengar dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan kamu menghafalnya secara rinci apa yang beliau sabdakan padamu.”

BACA JUGA: Amalan Apakah yang Paling Dicintai Allah?

Mu’adz menjawab, “Baiklah (lalu Mu’adz pun menangis). Demi ayah dan ibuku, beliau saw telah bersabda padaku dan aku menyimpannya dengan baik. Ketika kami berjalan bersama, beliau saw mengangkat wajahnya ke langit seraya bersabda, ‘Segala puji bagi Allah yang menakdirkan pada malkhluknya apa yang dia sukai.”

Lalu beliau Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Hai Mu’adz!”

Mu’adz menjawab, “Labbaika, wahai Rasulullah; wahai penghulu kaum mukminin!”

Kembali beliau saw bersabda, “Hal Mu’adz.”

Mu’adz menjawab, “Labbaika wahai Rasulullah; wahai Imam kebajikan dan Nabi rahmat!”

Kemudian beliau Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Aku sampaikan padamu sesuatu yang disampaikan Nabi umatnya, jika kamu menjaganya maka akan bermanfaat bagi kehidupamu. Dan jika kamu mendengarnya dan tidak menjaganya, terputuslah hujjahmu di sisi Allah. Sesungguhnya Allah menciptakan tujuh malaikat sebelum menciptakan berbagai langit. Dia menempatkan satu malaikat di setiap langit dan langit itu menjadi agung karena keagungannya (malaikat itu). Dia juga menempatkan di setiap pintu langit satu malaikat penjaga.

Para malaikat pencatat amal perbuatan sibuk mencatat amal perbuatan hamba dari pagi hingga sore hari, kemudian naik ke langit dengan (membawa) amal hamba, dan amal itu bercahaya laksana cahaya mentari. Ketika sampai di langit dunia (langit pertama), malaikat penjaga itu berkata, ‘Berhentilah, lemparkan amal ini ke wajah si pelaku! Aku malaikat (pengawas) umpatan (ghibah), dan aku diperintahkan Tuhanku agar tidak membiarkan amalan orang yang mengumpat melintasiku.’

BACA JUGA: Inilah amalan yang Akan Membuat Saling Menyayangi?

“Esoknya para pencatat datang lagi dengan membawa amal saleh. Tatkala mereka sampai di langit kedua, malaikat penjaga langit itu berkata, ‘Berhentilah, lemparkan amal ini ke wajah si pelaku. Sesungguhnya dia beramal demi kepentingan dunia dan akulah pemilik dunia, dan aku tak akan mengijinkan amalnya melintasiku.’

“Lalu para pencatat naik dengan wajah berseri-seri seraya membawa amal seorang hamba berupa sedekah dan shalat. Dan para malaikat itu dibuat kagum olehnya (amal itu). Tatkala sampai di langit ketiga, malaikat penjaga berkata, ‘Berhentilah, dan lemparkan amal ini ke wajah dan punggung pelakunya! Aku adalah malaikat pemilik kesombongan, dan dia telah beramal demi menyombongkan diri kepada orang-orang yang ada dalam pertemuan-pertemuan mereka. Dan aku telah diperintahkan Tuhanku untuk tidak membiarkan amalnya melintasiku.’

“Kemudian para malaikat pencatat naik dengan membawa amal seorang hamba yang bersinar seperti bintang kejora di langit. Mereka berjalan menuju langit keempat, kemudian malaikat penjaga berkata kepadanya, ‘Berhentilah, lemparkan amal ini ke wajah dan perut pelakunya! adalah malaikat (pengawas) ‘ujub; sesungguhnya dia memb dirinya dengan amalnya, dan aku diperintahkan Tuhanku untuk tidak membiarkannya melewatiku.’

“Lalu para malaikat pencatat naik dengan mengiringi amal seorang hamba seperti pengantin wanita menuju rumah suaminya. Mereka mengiring amal itu sampai di hadapan malaikat langit kelima. Amal yang mereka iringi itu amal jihad, shalat, dan sedekah (amalan diantara dua shalat). Amal-amal itu mengeluarkan ringkikan unta dan bercahaya seperti sinar mentari.

Maka malaikat penjaga berkata, ‘Berhentilah, aku malaikat (pengawas) kedengkian (al-hasad), lemparkan amal ini ke pelakunya! Dan letakkanlah amal itu di pundaknya. Sesungguhnya dia telah mendengki orang yang menuntut ilmu dan yang beramal demi ketaatan kepada Allah. Dia merasa dengki tatkala melihat keutamaan amal dan ibadah seseorang, dan dengan segera dia menyerangnya.’ Maka amalnya diletakkan di pundak (pelaku)nya, dan (amalnya itu) senantiasa mengutuk (pelaku)nya.”

BACA JUGA: Maukah Kalian Aku Bagikan Amalan Terbaik, Terbersih di Sisi Allah dan Meninggikan Derajat Kalian?

“Kemudian para malaikat pencatat naik dengan membawa amal seorang hamba berupa shalat, zakat, haji, dan umrah, menuju langit keenam. Sesampainya di langit keenam, malaikat penjaga berkata, ‘Berhentilah! Aku pemilik rahmat, lemparkan amal ini ke wajah pelakunya dan buanglah kedua matanya, karena dia sama sekali tak punya rasa belas kasih dan merasa senang tatkala seorang hamba melakukan dosa (yang menimbulkan bencana) di akhirat atau tertimpa bencana di dunia. Aku diperintahkan Tuhan-kU untuk tidak membiarkan amalnya melintasiku.” []

Sumber: Hakikat Munajat/Karya: Prof. Muhammad Mahdi al-Ashifi/Penerbit: Cahaya/2004

About Dini Koswarini

Check Also

Karena ini Rasulullah Menangis

Akhirnya mereka menunjuk Khalid bin Al-Walid. Yang mana setelah mengambil bendera, dia bertempur dengan hebat dan gagah berani.

you're currently offline