Foto: Pixers

Beberapa Wasiat Rasulullah

Dalam Islam, kewajiban menegakkan kebenaran dan keadilan tidak dapat ditawar-tawar, karena merupakan perintah Allah dan menjadi sendi pokok tegaknya ketertiban masyarakat. Terdapat banyak ayat Al-quran dan hadis yang menyuruh manusia berbuat dan bertindak adil dan mengajarkan bahwa keadilan, kejujuran, dan kebenaran merupakan prinsip-prinsip moralitas yang harus dipegang teguh. Sebaliknya Islam sangat mengecam orang-orang yang zalim dan menentang setiap bentuk penindasan oleh manusia terhadap manusia.

BACA JUGA: Inilah Sebuah Keadilan… Ahad! Ahad! Ahad!

Allah berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat.” (An-Nisa : 105)

“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Maidah: 8)

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam selalu berwasiat agar memutuskan hukum sesuai dengan prosedur hukum, berdasarkan saksi-saksi yang jujur dan jangan memutuskan perkara ketika marah (tidak rasional) secara hukum dan manusiawi. Dalam wasiatnya beliau mengatakan, “Janganlah seseorang memutuskan hukum di antara dua (yang bersengketa) sedangkan ia dalam keadaan marah.” (HR. Imam Jama’ah)

Dalam riwayat, Ibnu Abbas ra. menyampaikan hadis, “Rasulullah saw. memutus suatu perkara berdasarkan sumpah dan saksi.” (HR. Imam Muslim)

BACA JUGA: Wasiat di Penghujung Hayat Rasulullah

Dan Rasulullah saw. juga berwasiat sangat indah melalui Ummu Salamah ra. Ia mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tuan-tuan mengadukan perkara tuan kepadaku (untuk minta keadilan), mungkin satu pihak ada yang lebih pintar memberikan alasan daripada yang lain, kemudian aku memutuskan perkaranya dengan pertimbangan-pertim-bangan alasan yang aku terima itu. Maka barang siapa yang aku menangkan untuk memiliki hak saudaranya, janganlah diambilnya karena sesungguhnya aku telahmemenangkannya dengan sepotong api dari neraka. “ (HR Imam Muslim) []

Sumber: Kisah Keadilan Para Pemimpin Islam/Karya: Nasiruddin S.AG, MM/Penerbit: Republika

About Dini Koswarini

Check Also

Nabi Ibrahim Hanya Meninggikan Bangunan Kabah, Bukan Membuat Pondasi

Sebenarnya, yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah meninggikan Ka'bah, karena fondasi Ka'bah telah ada sebelumnya.

you're currently offline