Foto:ladiesinweighting.com

Beberapa Alasan Diturunkannya Azab Bagi Kaum yang Dzalim

Allah berfirman, “Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan. Shalih! Buktikanlah ancaman kamu kepada kami, jika benar engkau salah `Wahat berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya. Mereka berkata, seorang rasul.'” (Al-A’raff: 77)

Dengan kata-kata ini, Kaum Tsamud menumpuk sejumlah kekafiran nyata sebagai berikut:

  1. Menentang Allah dan rasul-Nya dengan menerjang larangan tegas menyembelih unta yang dijadikan Allah sebagai mukjizat bagi mereka.
  2. Meminta agar siksaan disegerakan dan menimpa mereka. Karena itu, mereka pantas menerima siksa itu karena dua alasan. Pertama, seperti yang telah disyaratkan bagi mereka dalam firman-Nya, “Dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun yang akan menyebabkan kamu segera ditimpa (azab).” (Hud. 64)

Ayat lain menyebut, “Nanti kamu akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat.” (Asy-Syu’arU: 156)

Yang lainnya menyebutkan, “Nanti akibatnya kamu akan mendapatkan siksaan yang pedih.” (Al-A’raff: 73)

Semua ini benar adanya. Alasan kedua, karena mereka sendiri yang meminta agar siksa disegerakan.

  1. Mendustakan rasul yang nubuwah dan kebenarannya diku atkan oleh bukti nyata, mereka sendiri mengetahui bukti kebenaran itu dengan pasti. Namun kekafiran dan kesesatan jua yang mendorong mereka untuk membangkang, serta menganggap kebenaran dan siksa sebagai sesuatu yang mustahil.

Allah berfirman, “Maka mereka menyembelih unta itu, kemudian dia (Shalih) berkata, Bersukarialah kamu semua di rumahmu selama tiga hari. Itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.'” (Hud: 65)

Diriwayatkan, saat mereka menyembelih unta, orang pertama yang menyergap adalah Qidar bin Salif la’natullah ‘alaih. salif menyembelih unta itu hingga jatuh tersungkur, lalu ia langsung menyerang dengan pedang dan memotong-motong unta. Saat anak unta melihat hal itu, ia melarikan diri, naik m\ke atas gunung, dan mengeluarkan suara sebanyak tiga kali.

Karena itu Salih mengatakan kepada mereka, “Bersukarialah kamu semua dirumahmu selama tiga hari.” (Hud : 65)

Yaitu selain hari ketika mereka menyembelih unta itu. Namun, ancaman keras ini ternyata tidak juga mereka percaya. Parahnya lagi, sore harinya mereka berniat membunuh salih, agar ia segera menyusul untanya yang terlebih dahulu mereka sembelih.

“Mereka berkata: “Bersumpahlah kamu dengan nama Allah, bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba beserta keluarganya di malam hari, kemudian kita katakan kepada warisnya (bahwa) kita tidak menyaksikan kematian keluarganya itu, dan sesungguhnya kita adalah orang-orang yang benar”. (An-Naml : 49)

Namun akhirnya rencana Allah yang terdahulu akan mengalahkan mereka, tanpa sepengetahuan mereka. Dengan mengirimkan bebatuan sehingga menimpa mereka yang hendak membunuh Salih. Setelah tiga hari penantian mereka pula Allah turunkan azab yang nyata itu.

Allah berfirman, “Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud.” (Hud : 68) []

Sumber: Kisah Para Nabi/ Penulis: Imaduddin Abu Fida’ Isma’il bin Katsir Al-Quraisyi Ad-Dimasyqi/ Penerbit: Ummul Qura, 2013

About Dini Koswarini

Check Also

Nabi Ibrahim Hanya Meninggikan Bangunan Kabah, Bukan Membuat Pondasi

Sebenarnya, yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah meninggikan Ka'bah, karena fondasi Ka'bah telah ada sebelumnya.

you're currently offline