Foto: Gostica

Bagaimana Hubunganmu dengan Alqamah?

Suatu hari, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam mendengar kabar bahwa Alqamah sakit parah dan menjelang sakratulmaut. Maka, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam segera menyuruh Bilal, Ali, Shuhaib, Salman, dan Ammar untuk melihat keadaannya.

Saat sampai di rumah Alqamah, mereka segera membantunya membacakan talkin. Tetapi, Alqamah tidak mampu mengikutinya. Bilal pun segera menemui Rasul dan menceritakan semua yang terjadi.

BACA JUGA: Siapa yang Mencintai Rasulullah? Mampukah Seperti Ali bin Abi Thalib?

“Wahai Bilal, apakah ayah Alqamah masih hidup?” tanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam.

“Tidak. Ayahnya sudah wafat, tetapi ibunya masih hidup dan sudah sangat tua.”

“Pergilah kamu kepada ibunya. Kalau dia mampu berjalan, suruh dia datang kepadaku. Kalau dia tidak mampu, aku akan datang ke rumahnya,” kata Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam.

Bilal segera menemui ibu Alqamah. Saat tiba di rumahnya, dia menyam-paikan pesan Rasul tadi. Ibu Alqamah pun bersedia datang menemui Rasul.

“Katakan kepadaku tentang Alqamah,” kata Rasul.

“Dia rajin beribadah dan bersedekah.”

“Bagaimana hubunganmu dengan Alqamah?”

“Aku marah kepadanya karena dia lebih mengutamakan istrinya dibandingkan dengan diriku.”

“Kemarahanmu itulah yang telah mengunci lidahnya dari mengucap kalimat tauhid. Jika engkau tidak mau memaafkannya, Alqamah tidak akan bisa mengucapkan kalimat syahadat. Dan, dia akan mati dalam keadaan kafir,” kata Rasul.

“Biarlah dia masuk neraka dengan dosanya,” jawab ibu Alqamah.

Merasa bujukannya tidak berhasil, Rasul segera menyuruh Bilal mencari kayu bakar.

BACA JUGA: Permintaan Ummu Haram kepada Rasulullah

“Wahai Rasul, kalian mau membakar putraku di depan mataku sendiri? Bagaimana aku sanggup menerimanya?” kata ibu Alqamah.

“Kayu-kayu ini akan kugunakan untuk membakar Alqamah daripada dia tersiksa lebih berat di akhirat!”

Akhirnya, ibu Alqamah memaafkan kesalahan Alqamah. Tak lama, Bilal pun menemui Alqamah dan mendengarnya mengucapkan kalimat tauhid sebelum mengembuskan napas terakhir. []

Sumber: 100 KisahIslamiPilihanUntukAnak-anak – Hc/Karya: Salman Iskandar/Penerbit: Mizan

About Dini Koswarini

Check Also

Kemudian Celakalah Dia! Bagaimanakah Dia Menetapkan?

Maka celakalah dia! bagaimana dia menetapkan? Kemudian celakalah dia! bagaimanakah dia menetapkan?

you're currently offline