Foto: Dreamstime

Ayah Nabi yang Hendak Diqurbankan oleh Kakeknya (Bagian 2)

Nazar adalah sebuah janji seseorang untuk melaksanakan sesuatu jika tujuan yang diinginkan tercapai.

Begitulah Abdul Muthalib hendak melaksanakan janjinya untuk mengurbankan salah satu anaknya. tak dapat dipungkiri bahwa dari 10 orang anaknya tersebut Abdullah-lah nama yang senantiasa terpilih untuk diqurbankan. Padahal Abdullah anak yang paling Abdul Muthalib sayangi.

BACA JUGA: Ayah Nabi yang Hendak Diqurbankan oleh Kakeknya (Bagian 1)

Orang-orang Quraisy dan anak-anak Abdul Muthalib berkata, “Demi Allah, engkau tidak boleh membunuhnya sampai kapan pun hingga engkau memberi argumen kuat atas tindakanmu ini. Jika engkau tetap ngotot menyembelihnya, pastilah setiap orang akan menyembelih anaknya. Lalu bagaimana jadinya manusia nanti?”

Al-Mughirah bin Abdullah bin Amr Makhzum bin Yaqazhah berujar kepada Abdul Muthalib, “Demi Allah, janganlah engkau menyembelihnya hingga engkau mampu mendatangkan argumen kuat atas penyembelihannya. Jika tebusannya adalah dengan harta, kita pasti menebusnya.”

Orang-orang Quraisy dan anak-anak Abdul Muthalib berkata kepadanya, “Hentikan niatmu itu! Bawalah dia ke Hijaz, karena di sana ada seorang wanita juru ramal yang memiliki pendamping jin. Tanyakan padanya, dan engkau harus taat kepada keputusannya. Jika ia memerintahkanmu untuk menyembelih anakmu maka engkau harus menyembelihnya. Jika ia menyuruhmu mengerjakan sesuatu dan di dalamnya terdapat jalan keluar bagimu dan baginya maka engkau hendaknya menerima dengan lapang hati.”

Mereka pun berangkat. Setiba di Madinah, mereka tidak mendapatkannya di tempatnya. Peramal wanita itu ternyata sedang berada di Khaybar. Merekapun segera memacu kendaraannya menuju ke Khaybar. Ketika tiba di Khaybar, mereka bertanya kepada tukang ramal wanita tersebut. Sementara Abdul Muthalib bercerita mengenai dirinya, anaknya, apa yang ia inginkan pada anaknya serta tentang nazarnya tersebut.

Dukun wanita itu berkata, “Pulanglah kalian pada hari ini untuk sementara, hingga jinku khadamku datang kepadaku sehingga aku bisa menanyakan masalah ini kepadanya.”

Mereka keluar dari rumah peramal wanita itu. Ketika mereka telah keluar Abdul Muthalib berdiri dan berdoa kepada Allah. Usai berdoa, mereka balik kembali ke rumah peramal wanita itu. Peramal wanita itu berkata kepada mereka, “Aku telah mendapatkan bisikan. Berapa jumlah diyat di tempat kalian?”

Mereka menjawab, “Sepuluh unta.”

Jumlah diyat kala itu memang sepuluh unta.

BACA JUGA: Andai Abdul Muthalib Masih Hidup

Peramal wanita itu berkata, “Kembalilah kalian semua ke negeri kalian! Kurbankanlah sahabat kalian itu (maksudanya Abdullah) dan kurbankan pula sepuluh unta. Kemudian buatlah dadu atas nama unta dan dadu atas nama sahabat kalian. Jika ternyata dadu keluar atas nama sahabat kalian, maka tambahkan unta hingga Tuhan ridha kepada kalian. Jika ternyata dadu keluar atas nama unta, sembelihlah unta tersebut sebagai ganti sahabat kalian, karena Tuhan telah ridha kepada kalian itu sedangkan sahabat kalian telah selamat.”

Mereka pun pulang. Setiba di Mekkah, mereka mufakat untuk menjalankan perintah paranormal wanita itu, Abdul Muthalib berdiri dan berdoa kepada Allah. Mereka memposisikan Abdullah sebagai kurban dan sepuluh unta sebagai kurban yang lain sedangkan Abdul Muthalib tetap berdiri dan berdoa kepada Allah di sisi patung Hubal. Mereka mengocok dadu dan ternyata dadu yang muncul adalah dadu atas nama Abdullah. Mereka menambahkan sepuluh unta sehingga unta berjumlah dua puluh ekor. Abdul Muthalib tetap berdiri dan berdoa kepada Allah, sedang mereka mengocok dadu dan kembali dadu yang keluar adalah dadu atas nama Abdullah.

Kembali mereka menambahkan sepuluh unta hingga unta berjumlah tiga puluh. Abdul Muthalib berdiri dan berdoa kepada Allah, sedang mereka mengocok dadu, ternyata dadu yang muncul adalah dadu atas nama Abdullah. Mereka kembali menambahkan sepuluh unta lagi hingga unta berjumlah empat puluh ekor. Abdul Muthalib berdiri dan berdoa kepada Allah, sedang mereka mengocok dadu ternyata dadu yang keluar adalah dadu atas nama Abdullah. Mereka kembali menambahkan sepuluh unta hingga unta berjumlah lima puluh ekor. Abdul Muthalib berdiri dan berdoa kepada Allah, sedang mereka mengocok dadu, ternyata kembali dadu yang keluar adalah dadu atas nama Abdullah. Mereka menambahkan sepuluh unta lagi hingga unta berjumlah enam puluh ekor. Abdul Muthalib berdiri dan berdoa kepada Allah, sedang mereka mengocok dadu, ternyata dadu yang keluar adalah dadu atas nama abdullah. Mereka menambahkan sepuluh unta lagi hingga unta berjumlah tujuh puluh ekor. Kemudian Abdul Muthalib berdiri dan berdoa kepada Allah sedang mereka mengocok dadu, ternyata dadu yang keluar dadu atas nama Abdullah. Mereka kembali menambah sepuluh unta lagi hingga unta berjumlah delapan puluh ekor. Kemudian Abdul Muthalib berdiri dan berdoa kepada Allah, sedang mereka mengocok dadu, ternyata nama Abdullah keluar kembali. Mereka menambahkan sepuluh unta lagi hingga unta berjumlah sembilan puluh ekor. Abdul Muthalib berdiri dan berdoa kepada Allah sedang mereka dadu ternyata dadu yang muncul kembali atas nama Abdullah. Mereka kembali menambahkan sepuluh unta hingga unta berjumlah seratus ekor. Kemudian Abdul Muthalib berdiri dan berdoa kepada Allah, sedang mereka mengocok kotak dadu, ternyata akhirnya dadu yang keluar atas nama unta.

BACA JUGA: Bukan Abdul Muthalib yang Memberi Nama Nabi dengan Muhammad, Ternyata

Orang-orang Quraisy dan orang-orang yang hadir pada peristiwa tersebut berkata, “Kini tercapailah sudah tercapai keridhaan Tuhanmu, wahai Abdul Muthalib.”

Namun ada yang menyebutkan bahwa Abdul Muthalib berkata, “Tidak! demi Allah, hingga aku mengocok kotak dadu ini hingga tiga kali.”

Kemudian mereka mengocok kotak dadu atas nama Abdullah dan unta, sedang Abdul Muthalib berdiri dan berdoa kepada Allah, ternyata dadu yang keluar adalah dadu atas nama unta. Mereka mengulanginya untuk kedua kalinya, sedang Abdul Muthalib berdiri dan berdoa kepada Allah, ternyata kembali dadu yang keluar adalah dadu atas nama unta. Mereka mengulanginya untuk ketiga kalinya, sedang Abdul Muthalib berdiri dan berdoa kepada Allah, ternyata kembali dadu yang keluar adalah dadu atas nama unta. Kemudian semua unta tersebut disembelih, dan manusia dibiarkan bebas mengambil dan menikmatinya.

Ibnu Hisyam berkata: Hanya manusia dan bukan hewan buas dibiarkan mengambilnya. []

Sumber: Sirah Nabawiyah perjalanan lengkap Kehidupan Rasulullah/ Asy Syaikh Al Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al Albani/ Akbar Media

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Nabi Ibrahim Hanya Meninggikan Bangunan Kabah, Bukan Membuat Pondasi

Sebenarnya, yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah meninggikan Ka'bah, karena fondasi Ka'bah telah ada sebelumnya.

you're currently offline