Foto: Domen-Art - DeviantArt

Anas bin An-Nadhr Kehilangan Kesempatan di Badar dan Ini yang Dilakukan Selanjutnya

Anas bin Malik berkata, “Pamanku, yaitu Anas bin an-Nadhr tidak ikut perang Badar. Kemudian ia berkata, “Wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam! Aku tidak ikut dalam peperangan pertama, di mana engkau memerangi kaum Musyrik. Sungguh jika Allah memperlihatkan kepadaku peperangan melawan kaum Musyrik, maka Allah pasti akan melihat apa yang akan aku lakukan.”

Anas berkata; Maka ketika masa perang Uhud tiba, dan kaum Muslim pun telah siap, Anas bin Nadhr berkata, “Ya Allah! aku meminta ampun kepadamu dari apa yang dilakukan oleh mereka (yakni para sahabat) dan aku membebaskan diri dari apa yang dilakukan oleh mereka (yakni kaum Musyrik).”

BACA JUGA: Tatkala Abu Ubaidah Tidak Mematuhi Umar bin Khattab

Kemudian ia pun maju dan disambut (di halangi supaya tidak cepat-cepat maju ke medan perang) oleh Sa’ad bin Muadz. Maka Saad berkata, “Ya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, aku tidak mampu menahan apa yang dilakukannya.”

Anas bin Malik berkata; Maka kami menemukan lebih dari delapan puluh bekas tebasan pedang, tusukan tombak, dan panah. Kami menemukannya telah terbunuh. Ia mati dalam keadaan dicincang oleh kaum Musyrik, hingga tidak ada seorang pun yang mengenalinya kecuali saudara perempuannya, karena mengenali ujung jarinya. []

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Teruslah Maju, Wahai Rasulullah

Sa'ad bin Mu'adz, tokoh suku Aus dan pemuka Anshar, berdiri dan berkata, "Demi Allah, benarkah yang engkau maksudkan adalah kami?"

you're currently offline