Foto: Giphy

Ammar bin Yasir: Apakah Kalian akan Lari dari Surga?

Saat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam melihat keluarga Yasir tengah mengalanni siksaan, beliau kemudian berkata, “Sabarlah, wahai keluarga Yasir, sesungguhnya tempat kalian adalah surga.”

Memori ini melekat kuat dalam benak Ammar ibn Yasir. Hatinya dipenuhi rasa cinta yang membara dan rindu yang menggebu terhadap surga. Karena itulah, saat ia melihat banyak prajurit lari pada Perang Yamamah, ia segera berdiri di atas sebongkah batu.

BACA JUGA: Aku Lebih Suka Tinggal Jauh dari Rumah Rasulullah

Lalu ia berseru, “Wahai kaum Muslimin, apakah kalian akan lari dari surga? Inilah aku, Ammar ibn Yasir, kemarilah, datanglah kepadaku.”

Saat itu, telinga Ammar sudah terputus. Namun, dengan langkah terhuyung ia terus berperang dengan gagah berani.

Ada pula Umair ibn ‘Amr ibn Malik Al-Anshari. Saat ia bertempur dalam Perang Hunain, kakinya terpotong.

Lalu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya dengan memberi kabar gembira, “Sungguh kakimu telah mendahuluimu masuk surga.”

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pernah mengutus ‘Abdullah bin Unais r.a. kepada Sufyan ibn Khalid Al-Hudzaili untuk membunuhnya karena terdengar berita bahwa ia mengumpulkan pasukan untuk memerangi kaum muslimin. Ia kemudian melaksanakan tuk memerangi kaum muslimin.

Ia kemudian melaksanakan tugas itu dengan sangat baik, dan pulang menghadap Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

BACA JUGA: Pasir di Perang Hunain

Saat itulah Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam mengulurkan tongkatnya kepada ‘Abdullah ibn Unais seraya berkata, “Ini adalah tanda antara aku dengan dirimu pada Hari Kiamat. Gunakanlah tongkat ini untuk berjalan ke surga.”

Tongkat itu tetap bersamanya hingga kematian datang menghampirinya. []

Sumber: Dekati Surga, Jauhi Neraka: Amal-Amal Calon Penghuni Surga/Karya: Khalid Abu Syady/Penerbit: Mizania/2014

About Dini Koswarini

Check Also

Teruslah Maju, Wahai Rasulullah

Sa'ad bin Mu'adz, tokoh suku Aus dan pemuka Anshar, berdiri dan berkata, "Demi Allah, benarkah yang engkau maksudkan adalah kami?"

you're currently offline