Foto: vectorstock

Aku Telah Meracuni Ibn Habirah, dan Kini Aku Diracun

Ibn Habirah adalah seorang menteri yang amanah. Pemimpin yang alim lagi adil. Sekuat tenaga kepemimpinannya dibaktikan demi melindungi agamanya. Ibn Habirah adalah kepercayaan khalifah yang memiliki banyak karya tulis. Dia memiliki julukan Abu Al-Muzhaffar.

Adapun nama lengkapnya adalah Yahya bin Muhammad bin Habirah bin Sa’id bin Al-Hasan bin Jahm Asy-Syaibani Ad-Duri Al-graqi Al-Hanbali. Ibn Habirah lahir pada 499 Hijriah (1105 M) di Desa Bani Auqar bagian dari negeri Irak. Ibn Habirah Al-Hanbali memasuki Kota Baghdad sejak usia dini.

BACA JUGA: Pria yang Terkenal di Langit Ini Memohon Ampun karena Tertidur Setelah Subuh

Di sana dia mencari ilmu, menghadiri majelis-majelis ulama fiqih, mendengarkan imlak hadis, mempelajari ilmu qiraah sab’ah, serta dengan penuh tekun mempelajari aneka ilmu pengetahuan. Kesabaran dan ketekunannya membuahkan hasil.

Di usia dewasa, dia masyhur sebagai seorang pakar ilmu bahasa, menguasai ilmu perbandingan mazhab, memiliki pemahaman mendalam tentang budaya Arab, serta ahli dalam ilmu ‘Arudh.

Suatu hari Ibn Habirah sakit parah, namun tetap terbangun di waktu sahur. Kala itu bukanlah bulan Ramadhan. Terbangun saat sahur sudah menjadi jam biologisnya. Seusai berdoa sejenak, dia melangkah keluar menuju kamar mandi. Rupanya bangunnya Ibn Habirah sudah dinanti dokter pribadinya.

Sang dokter membawa segelas air dan menyarankan Ibn Habirah meminumnya sebelum masuk kamar mandi. Tanpa bertanya, Ibn Habirah langsung meminumnya dengan harapan kesehatannya segera pulih.

Seusai berwudhu, dia pun segera menyelenggarakan kebiasaan lainnya, yaitu shalat sunnah sambil menanti azan shubuh dikumandangkan. Seusai azan dan iqamah dikumandangkan, shalat shubuh pun segera dimulai. Ada yang tak biasa di shalat shubuh itu.

Ibn Habirah sedemikian larut dalam khusyuk di sebuah sujud yang lama. Dan, ternyata benar adanya. Puncak pertemuan antara makhluk dan sang Khalik di alam dunia telah dialami Ibn Habirah. Dia memasrahkan seluruh hidupnya ke hadapan Ilahi di sujud itu.

Ibn Habirah wafat dalam keadaan sujud di shalat shubuh pada Ahad, 23 Jumadil Ula, 560 Hijriah (1164 M).

BACA JUGA: Salim: Apakah Tadi Engkau Shalat Subuh?

Enam bulan kemudian, Ibn Rasyadah, sang dokter pribadi yang memberikan segelas air minum kepada Ibn Habirah, wafat. Menjelang ajalnya, sang dokter memberikan kesaksian, “Aku telah meracuni Ibn Habirah. Dan kini, aku diracun….” []

Sumber: Wafat Saat Shalat/Karya: Mahmud bin Abul Malik Al-Zugbi/Penerbit: Noura Books/2014

About Dini Koswarini

Check Also

Nabi Ibrahim Hanya Meninggikan Bangunan Kabah, Bukan Membuat Pondasi

Sebenarnya, yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah meninggikan Ka'bah, karena fondasi Ka'bah telah ada sebelumnya.

you're currently offline