Foto: good-stuff.info

Abu Nawas dan Bayi Rebutan Dua Ibu (Bagian 1)

Kisah satu ini, mirip dengan kejadian pada masa Nabi Sulaiman a.s, saat terjadi perselisihan antara dua orang ibu yang kehilangan anaknya karena dicuri serigala.

BACA JUGA: Cara Abu Nawas Menghitung Bulu Keledai

Satu ini terjadi kembali di era Pemerintahan Harun Al-Rasyid, Khilafah Abbasiyyah. Entah, kasus ini susah terselesaikan. Sudah beberapa hari kasus seorang bayi ini yang diakui oleh dua orang ibu yang sama-sama ingin memiliki anak.

Pada saat itu, hakim rupanya mengalami kesulitan memutuskan dan menentukan perempuan yang mana sebenarnya yang menjadi ibu bayi itu.

Karena kasus berlarut-larut, maka terpaksa hakim menghadap Baginda Raja Harun untuk minta bantuan. Baginda pun turun tangan. Baginda memakai taktik rayuan. Baginda berpendapat mungkin dengan cara-cara yang amat halus salah satu, wanita itu ada yang mau mengalah.

Tetapi kebijaksanaan Baginda Raja Harun Al Rasyid justru membuat kedua perempuan
makin mati-matian saling mengaku bahwa bayi itu adalah anaknya.

Baginda pun berputus asa. Mengingat tak ada cara-cara lain lagi yang bisa diterapkan, selain memanggil seorang cendekiawan saat itu, Abu Nawas.

Abu Nawas hadir menggantikan hakim. Abu Nawas tidak mau menjatuhkan putusan pada hari itu melainkan menunda sampai hari berikutnya.

BACA JUGA: Benarkah Abu Nawas Itu Ada?

Semua yang hadir yakin Abu Nawas pasti sedang mencari akal seperti yang biasa dilakukan. Padahal penundaan itu hanya disebabkan algojo tidak ada di tempat. []

Lanjut ke bagian 2 (Habis)

Sumber: Kisah 1001 Malam: Abu Nawas Sang Penggeli Hati/Karya MB. Rahimsyah/Penerbit Lintas Media Jombang

About عبد الله

Check Also

Saya Saudara Jauh Muawiyyah

Ada seorang lelaki tak dikenal ingin datang menjumpai Muawiyyah. Di depan rumah, ia berjumpa pertama kali dengan penjaga gerbang.

you're currently offline