Foto: publicdomainvectors

Abu Dzar: Ya Rasulullah, Berilah Aku Jabatan

Dalam memegang amanah jabatan, Abu Bakar yang masyhur dengan gelar Al-Shiddiq (yang dapat dipercaya) pernah menangis ketika dibaiat menjadi pengganti Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. 

Dalam tangisnya, Abu Bakar berkata, “Jawaban apakah yang harus aku berikan ketika Allah meminta pertanggungjawabanku di hari Kiamat nanti?”

BACA JUGA: Miqdad Bin Amr, Menghindari Jabatan dan Pujian

Abu Bakar sadar bahwa semakin tinggi jabatan yang diemban, semakin berat pula tanggung jawab yang harus dipikul. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam sangat tidak suka kepada orang yang berambisi menduduki jabatan, karena beliau tahu, orang tersebut jika diberi kedudukan akan bertindak zalim, mementingkan diri sendiri atau kelompok, mengorbankan kemas-lahatan umum.

Suatu hari Abu Musa Al-Asy’ari datang menghadap Rasulullah bersama dua orang saudara sepupunya.

“Ya Rasulullah, berilah kami jabatan untuk membantu tugas-tugasmu,” kata saudara sepupu Abu Musa.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Demi Allah, aku tidak akan mem-berikan jabatan kepada orang yang memintanya.”

Dalam memberikan jabatan kepada para sahabat, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam tidak asal tunjuk, tapi selalu mempertimbangkan kemampuan.

Beliau memberikan ketegasan, “Apabila suatu urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka nantikanlah kehancurannya.”

Ini berarti beliau tidak akan pernah memberikan jabatan kepada orang yang lemah.

Suatu hari sahabat Abu Dzar pernah menghadap Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, seraya berkata,”Ya Rasulullah, berilah aku jabatan.”

BACA JUGA: Wahai Abu Dzar, Taatilah Penguasamu

Beliau menjawab, “Ya Abu Dzar, engkau seorang yang lemah. Sementara jabatan merupakan amanat yang pada hari Kiamat nanti menjadi sumber penyesalan dan kehinaan. Hanya orang-orang yang dapat menunaikan hak kewajiban serta memenuhi tanggung jawablah yang dapat selamat dari azab Allah.”[]

Sumber: Kisah-Kisah Islam Anti Korupsi /Karya: Nasiruddin Al-Barabbasi/Penerbit: Mizania/2009

About Dini Koswarini

Check Also

Teruslah Maju, Wahai Rasulullah

Sa'ad bin Mu'adz, tokoh suku Aus dan pemuka Anshar, berdiri dan berkata, "Demi Allah, benarkah yang engkau maksudkan adalah kami?"

you're currently offline