Foto: Depositphotos

Akhlaq Rasul adalah Al-Quran

“Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS Al-Jumu’ah 2)

Dalam ayat ini ada tiga titik tekan yang dilakukan oleh Rasulullah saw. dalam tarbiyah, yaitu tilawah ayat, tazqiyatun nafs (mensucikan jiwa) dan ta’lim Al-Qur’an dan Sunnah. Langkah inilah yang pertama dilakukan oleh Rasulullah saw. dalam da’wahnya. Beliau mengawali tarbiyah di rumah sahabatnya Arqom. Dan aktivitas ini terus dilakukan oleh Rasulullah saw. sampai hijrah. Dan saat di Madinah tarbiyah Rasul saw. dipusatkan di Masjid Nabawi.

Dalam tarbiyah Rasulullah saw. yang diajarkan adalah Al-Qur’an. Rasulullah membentuk aqidah,akhlak dan pemikiran sahabat dengan Al-Qur’an. Maka jadilah akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an, ketika istri tercinta Rasulullah saw. ‘Aisyah ditanya tentang akhlak Rasulullah saw beliau menjawab: “Akhlak Rasulullah adalah al-Qur’an.” (HR Muslim). Begitu juga dengan sahabat, mereka disebut dengan generasi Al-Qur’an yang unik.

Da’wah Rasulullah saw. telah berhasil membangun umat dari kondisi jahiliyah (bodoh) dan dhalal mubin (sangat sesat) menjadi khairu ummah (umat terbaik). Kehidupan Rasulullah saw dan da’wahnya merupakan uswah yang harus diteladani umat.

Selama 23 tahun Rasulullah saw terus-menerus melakukan proses tarbiyah. Bahkan ketika di Mekkah selama 13 tahun beliau khusus membangun akidah dan keimanan umatnya dan membersihkannya dari berbagai macam kemusyrikan. Seterusnya di Madinah beliau meneruskan pilar-pilar da’wahnya dan mewujudkan apa yang disebut iqamatudiin (menegakkan agama) secara totalitas.

Dengan cara inilah Rasulullah saw telah berhasil membangun generasi khairu ummah. Dan dengan cara ini pulalah generasi berikutnya membangun peradaban Islam. Oleh karenannya, umat Islam di akhir jaman harus menempuh cara yang sama, yaitu tarbiyah dan dengan pedoman yang sama, yaitu Al-Qur’an agar khairu umat dapat terwujud kembali.

Inilah manhaj taghyiir yang benar sesuai dengan sunnah Rasul saw. dan sesuai dengan fitrah manusia. Karena perubahan itu berawal dari jiwa manusia, “Sesungguhnya Allah tidak akan merubah suatu kaum, sehingga mereka merubah diri mereka sendiri.” (QS Ar-Ra’d 11). Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya dalam jasad itu ada segumpal daging, jika baik maka seluruh jasad itu baik, jika buruk, maka seluruh jasad itu buruk. Ingatlah bahwa segumpal daging itu adalah hati” (HR Muttafaqun ‘alaihi) []

About Admin 1

Check Also

Do’a yang Membuat Musuh Terkapar

Amr bin Abu as-Saraya pernah bercerita bahwa ia pernah ikut bertempur di wilayah Romawi. la berjuang dengan mengerahkan segenap kemampuannya melawan kaum kafir.

you're currently offline